Ma'rifatul hidayah

every start is difficult ...

Selengkapnya
Kupu-kupu Surga

Kupu-kupu Surga

Hidup merupakan proses yang terus menerus dan sebuah ikhtiar untuk mencari kebaikan, keindahan, dan kebenaran yang tak pernah usai atau final. Dunia dan kehidupan semesta nilai dan semesta kesadaran menghampar sedemikian luas dan mendalam, maka akan lebih bijaksana apabila kita sebagai orang tua menawarkan anak-anak secara demokratis sebagai jalan yang bijak dalam kehidupannya. Implikasinya dalam pencapaian nilai dan kesadarannya, menari gemulai di semesta nilai dan semesta kesadaran.

Dalam suatu haditsnya, nabi Muhammad Saw secara indah melukiskan kebebasan dan petualangan anak-anak dalam mengarungi samudera nilai dan semesta kesadaran. Sabda Rasulullah Saw :

"Al -athfalu da'aamiishul al-jannah"

anak-anak itu bagaikan kupu-kupu surga (HR. Bukhari-Muslim).

"Kupu-kupu surga" merupakan simbol, lambang dan ibarat dari makhluk yang terbang bebas dan berhak memilih untuk hinggap dan singgah di mana saja, dan berhak menentukan kemudi dan arah hidupnya sendiri. Alam menarik anak-anak untuk terlibat, acapkali, agenda, ketakutan dan prioritas orang dewasalah yang menghentikan penjelajahan anak. Terbanglah dan menarilah di rumpun bunga yang berwarna warni! Isaplah madunya sebanyak mungkin! Berkelanalah dari bunga ke bunga! Bawalah serbuk sari bersama mereka!

Orang tua boleh mengarahkan, membimbing dan memberi pertimbangan, ala tetapi tidak boleh mendesakkan dan atau memaksakan kehendaknya pada anak, biarkanlah anak memilih dan merajut sejarahnya sendiri, menata dan membangun dunianya sendiri untuk merengkuh dan memilih eksistensi dan masa depannya. Seorang penyair termasyrur Kahlil Gilbran pernah menulis dalam salah satu puisinya, "Anakmu bukanlah anakmu / Ia adalah putra putri Sang Hidup/ yang rindu kepada diri sendiri....... " . Puisi yang bernada menggugat mungkin ingin melontarkan pesan bahwa anak-anak kita janganlah terlalu kita kuasai dan kita kendalikan hidupnya. Anak -anak memang lahir dari kita, akan tetapi tidak sepenuhnya bisa kita rengkuh dan miliki, pada hakikatnya mereka adalah juga putra putri Sang Hidup, yang tentu saja punya otonomi, kemerdekaan, dan kebebasannya sendiri.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

sepakat

15 Jan
Balas

Maturnwn,

15 Jan

Mantap bu.

10 Jan
Balas

Makasih....pak sam n mba widwi, engkau adalah inspirasi n motivasi ku sehingga sy berada disini

10 Jan
Balas

Ciip

12 Jan
Balas

Hebat..

13 Jan
Balas

Yuk.. Kita ramaikan di gurusiana

14 Jan

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali